Tuesday, 24 September 2013

AFAID 2013: The Stage Belongs to Kalafina


I'm trembling when I started typing this with my keyboard. Masih merinding dan gemetaran. Ya Tuhan gini amat rasanya jadi fangirl. Kebahagiaan itu masih terasa. Bahkan sampai sekarang, dua minggu lebih setelah AFAID 2013 berlalu. Alasan utama tulisan ini tertunda pun, selain karena gue memang fakir koneksi, ya karena kondisi psikologis yang masih in denial stage alias menyangkal kalau acara itu udah kelar dan gue harus kembali ke kehidupan jelata sebagai rakyat belaka.

Seperti printscreen yang dipajang sebagai gambar pembuka, gue bakal ngomongin Anisong Concert yang digelar dua malam di Plenary Hall Jakarta Convention Center, 6-7 September 2013 kemarin. tapi... meski artis yang datang bermacam-macam, gue hanya akan membahas satu artis yang jadi alasan utama gue bersikeras membeli tiket VIP. The only one who can make me jump into the pit hole of poverty voluntarily.


Kalafina

Aduh jadi merinding lagi. Rasanya sampai saat ini masih nggak percaya banner di bawah bener-bener nongol di situs resmi AFAID 2013. It was a shocking, and yet pleasant, surprise. Yah meskipun sama-sama tidak menyehatkan jantung dan tidak baik untuk stok dosa karena ketika pertama kali menemukannya gue langsung berteriak heboh, "ANJEEEEEEENGGGG????? SERIUSAAAAN???"


Sampai mana kita tadi?

Oh yes. God, it felt like a miracle. Gue inget banget, tahun lalu pas AFAID 2012 pertama kali digelar dan artis Anisong yang diundang antara lain adalah LiSA dan Stereophony, gue yang nggak bisa nonton menghibur diri dengan terus-menerus berkata dalam hati, "Nggak apa-apa. Nggak usah berangkat dulu, nabung aja dulu. Siapa tahu tahun depan ngundang Kalafina... sekalian beli tiket VIP."

And then it frigging happened.
Holy cow.

Sekadar nostalgia singkat, gue jatuh cinta sama Kalafina sejak akhir tahun 2009, dan Kalafina sendiri mulai muncul pertama kali pas nyanyi soundtrack anime spesial Kara no Kyoukai tahun 2008. Lumayan cepet nyadar juga gue, ya? Pertama kali denger suara mereka, rasanya kayak ditampar. Hati gue dipecah-belah; antara dibawa ke langit sama suara Wakana, dihempas ke dasar laut sama suara Keiko, dan diajak lari-lari keliling dunia sama suara Hikaru.

BAGUS BENER NYET??

Apalagi live performance-nya. Duuuh... nggak kuat.


Kalafina selalu tampil dengan full live band, sehingga penonton selalu dapat whole experience dalam menikmati karya musisi alih-alih bayar cuma untuk nonton orang karaokean. Sejak kenal Kalafina, gue juga makin akrab dan familier dengan Kajiura Yuki, produser Kalafina yang juga salah satu komposer Jepang dengan karakter aransemen paling epik yang pernah gue tahu. Cewek pula!

 Tante-tante di belakang piano keyboard itu Kajiura Yuki

Sebenernya sejak SD gue udah pernah dengar nama Kajiura Yuki gara-gara See-Saw. dan alasan kenapa gue bisa mengenal See-Saw tak lain dan tak bukan adalah Gundam Seed. Hihihi. "Anna ni Issho Datta no ni" sampai sekarang masih jadi salah satu lagu yang selalu gue puter di Sony Walkman. It is THAT good.

Balik lagi ke konser Kalafina.

Satu hal tambahan yang makin menyempurnakan kebahagiaan gue, di hari konser Anisong featuring Kalafina ini saya berhasil bertemu teman yang dari dulu tak pernah bisa ditemui karena berbagai penghalang. Namanya B.  Selain itu, gue dan B (yang ternyata juga beli tiket VIP) cukup beruntung untuk mendapatkan kupon ini di autograph ballot spot.

Itu jempolnya B, bukan jempol saya.

Demi Timbuktu, gue nangis.

Benar-benar nangis berderai pas ngambil poster resmi AFAID yang ditandatangani Kalafina. Autograph chance adalah alasan terpenting kenapa gue beli VIP, soalnya kalau tiket lain nggak dapet privilege itu. Masalahnya, penyelenggara AFAID 2013 nih rese juga, karena saat penjualan cuma dikatakan bahwa pemegang tiket VIP akan mendapatkan kesempatan memperoleh tanda tangan. Wajar kan kalau gue pikir Kalafina (dan artis-artis lain yang datang) akan menggelar sesi tanda tangan dan kami sebagai fans boleh membawa merchandise atau CD mereka untuk ditandatangani? Ternyata, penonton tidak diperbolehkan membawa barang-barang sendiri. Tanda tangan akan diberikan di atas official poster AFAID 2013, dan terbatas cuma buat seratus lembar poster per artis. Jadi kalau yang beli tiket VIP untuk mendapat tanda tangan Kalafina ada sebanyak lima ratus orang, berarti peluangnya satu banding lima. Ngepet nggak tuh?

Tapi gue dapet. *sujud syukur*

Gue mulai nangis tak terkendali sejak nunggu antrian ngambil poster bertanda tangan. Nggak berhenti-berhenti. Makin deres pas Kalafina, beberapa menit kemudian, ada di depan mata dan menyerahkan poster itu langsung kepada gue. Rasanya kepengin meleleh di atas lantai saking terharunya pas Wakana―secara pribadi dan sukarela―ngomong, "Aaaah jangan nangiiis..."

Suara Wakana sampai sekarang masih terngiang jelas di kuping gue.

 
Aku sayang mbak Wakana :")

Di Anisong Concert malam itu Kalafina muncul terakhir, setelah penampilan fripSide (yang gue tidak cukup gaul untuk mengenali lagu-lagunya) dan BABYMETAL. Prinsip "Save the Best for the Last" tampaknya diterapkan oleh panitia AFAID. Suka neh gue yang begini. Meski kursi gue terletak di barisan ketiga, karena semua orang di depan gue pada berdiri, akhirnya entah bagaimana ceritanya gue jadi bisa maju ke depan. Nyelip di antara kakak-kakak tak dikenal dengan memanfaatkan tinggi badan gue yang terbatas ini untuk memanipulasi mereka. *ketawa penuh kemenangan*

Alhasil posisi gue pindah.

Persis di depan panggung.

AIN'T KIDDING, PAL. Depan gue udah separator yang memisahkan area panggung dengan penonton, dan kalau gue mengulurkan lengan, bisa tuh gue jawil-jawil ganjen lengan mas-mas kru berkaos "Security". And for your information, gue ada di situ tuh orang doang. Bawa nyawa aja. Tas dan segala barang-barang bawaan masih tertinggal di atas kursi asli gue di barisan ketiga. Entah goblok atau nekat. Barangkali dua-duanya. Bodo amat, lah.

Intro "oblivious" tak lama kemudian memenuhi seisi Plenary Hall. Ruangan menggelap. Konser dimulai. Gue? Tahan napas. Excited 10000%. Satu demi satu, dalam keremangan, Wakana, Keiko, dan Hikaru memasuki panggung.


Seperti yang sudah bisa ditebak...

Saya lagi-lagi nangis, saudara-saudara!

Entah sudah untuk yang keberapa kalinya hari ini. Berleleran nggak jelas sepanjang konser, sejak Hikaru nyanyiin verse pertama dari "oblivious" dan disahut Keiko, saya dihempaskan gulungan perasaan bahagia dan tidak percaya yang sangat kuat sampai nyesek bukan main. Baper level max. KALAFINA ADA DI DEPAN MATA SAYA. THEY ARE RIGHT IN FRONT OF ME. It's a shame that the performance had to be without their band members (so yes, I was paying loads of money to see Kalafina karaoke-ed to their own songs), cuma kayaknya panitia AFA ID nggak mampu―atau nggak mau―bayar untuk ngedatengin komplit sama band.

Before you ask:  ini cuma foto nyomot dari gugel

Karena bukan solo concert, Kalafina hanya bisa menyanyi beberapa lagu. Berikut setlist dari penampilan mereka malam itu di AFAID 2013:
  • M1: oblivious ― ending song Kara no Kyoukai
  • M2: ひかりふる (Hikari Furu) ― ending song Puella Magi Madoka Magica (The Movie): Eien no Monogatari
  • M3: Consolation ― titular track dari album keempat Kalafina, "Consolation"
  • M4: 満天 (Manten) ― insert song Fate/Zero
  • M5: To The Beginning ― opening song Fate/Zero
  • M6: 音楽 (Ongaku) ― obligatory track dari album kedua Kalafina, "red moon"
  • M7: 未来 (Mirai) ― ending song Puella Magi Madoka Magica (The Movie): Hajimari no Monogatari
Terus terang gue agak sedih ketika menyadari "Magia" dan "Lacrimosa" nggak dinyanyiin meski keduanya juga merupakan lagu-lagu soundtrack anime yang populer. Tadinya kirain bakal dibawain saat  encore, but apparently in a festival, encore is just something nonexistent. Setelah "Mirai" selesai dibawakan dan Kalafina membungkuk seraya meneriakkan ucapan terima kasih, mereka kembali ke belakang panggung lalu nggak nongol-nongol lagi sampai lampu Plenary Hall dinyalakan seluruhnya. Tapi tujuh lagu aja gue udah sembap abis-abisan, nggak kebayang bakal gimana kalau durasi mereka perform lebih lama dari ini. Hahaha.

Pure talent, girls. Pure talent

I went home grinning from ear to ear that day. Barangkali seandainya ketemu preman dan dipalak pun gue akan sambil cengar-cengir bilang, "Hehehe... mas mending malak yang lain aja ini duit saya cuma goceng buat naik angkot" tanpa jiper sedikit pun. Kondisi gue senang luar biasa. Gembira ria. Lahir batin. Sama sekali lupa dengan kemiskinan dan segala masalah-masalah hidup lain yang mungkin akan kembali mampir ke pikiran gue beberapa hari kemudian. But that night everything felt perfect. I was in cloud nine.

It was pure happiness.

z. d. imama

*P.S: Cerita AFAID 2013 bagian pertama bisa dilihat di sini, dan silakan klik ini untuk membaca bagian ketiga! Lalu kepada B yang ngembaliin external harddisk, surat kamu udah selesai kubaca ya. Iya, ceritanya ini pakai laporan. Cheers.



1 comment:

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!