Thursday, 10 October 2013

AFAID 2013: faith in humanity restored


Masih seputar AFAID 2013.

(Iye gue tahu udah ganti bulan tapi bodo amat, nggak sempet posting ini pas September. Sibuk dan fakir koneksi!)

Selepas konser Anisong malam pertama (tentu saja tanpa Kalafina karena mereka dijadwalkan tampil malam berikutnya), gue yang mau pulang bareng temen-temen dari Jokja dalam kondisi hepi luar biasa dikejutkan dengan kemunculan sesosok pria Jepang yang berdiri di depan pintu keluar. Bukan hal yang aneh sih, berhubung memang banyak sekali orang-orang Jepang datang ke AFAID. Tetapi yang menarik perhatian adalah, seluruh pakaiannya ditempeli kertas seperti ini:

kertas yang sama juga dia acungkan tinggi-tinggi ke udara

Dia mencari boneka figurine dan plushie miliknya, dari anime Puella Magi Madoka Magica, Tomoe Mami dan Qvey (Kyuubey, kalau menganut lidah orang Jepang yang yaa... gitu deh). Mungkin mereka terjatuh di suatu tempat, atau tertinggal gara-gara kelupaan. Namanya juga di keramaian, kadang suka nge-blank sendiri kan. Sang empunya, Sawada-san, kelabakan nyari, dan gue curiga kalau dia agak desperate, sebab ketika gue tanya-tanyai, dia ternyata punya sebuah travelling blog yang sengaja memakai Mami dan Qvey sebagai 'maskot'. Ngerti, kan? Jadi dalam blognya justru nggak ada foto Sawada-san, tetapi malah boneka-boneka itu yang ditampilkan. Terus terang gue udah agak-agak pesimis gitu terhadap nasib boneka-boneka Sawada-san (cuma ya nggak gue sampaikan ke orangnya lah). It's not that I thought negatively about people, but hey... this is Indonesia anyway. If you know what I mean. Maling jemuran aja ada. Sulit rasanya berharap banyak untuk merchandise wibu yang hilang di acara khusus wibu yang dihadiri ribuan jamaah wibu. Bukan hal aneh jika wibu yang menemukan akan memilih untuk mengambilnya dan dijadikan dekorasi di kamarnya sendiri, untuk memperkuat kesan wibu. *shrugs*

Malam konser Anisong kedua, alias selepas nonton performance Kalafina. Masih ngelap bekas air mata yang beleberan di pipi dan dengan hati yang lebih nge-fly lagi, gue kembali menemukan Sawada-san nyebar flyer di pintu keluar. Kali ini selebaran yang dibagikan sudah upgraded version setelah malam sebelumnya masih kental kesan a la kadarnya.

Flyer-nya udah jadi bagus

Sekarang ada bounty price-nya:

Dua juta rupiah.


Menandakan kalau bonekanya belum juga ketemu. Gue makin prihatin. Kalau udah dihargain macem begini, biasanya pasti ada tuh orang-orang yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan dan berusaha memeras pihak yang lagi kena susah. Bukannya ngedoain ya, hanya saja gue pernah mendengar hal-hal macam itu nggak kejadian sekali-dua kali. Setelah ngobrol bentar sama Sawada-san, menanyakan perkembangan (nothing much actually) dan mendoakan semoga barang dia ketemu, gue ambil flyer-nya satu. Walau mungkin gue nggak akan menemukan boneka itu karena rencananya mau langsung cari taksi pulang bareng teman-teman... tapi seenggaknya gue ada perasaan sudah menanggapi usaha dia. Yes, I did that more for my own sake than his.

Kemudian pada hari terakhir AFAID.. tiba-tiba pas gue dan temen-temen beli makanan (lebih tepatnya gue nemenin mereka beli makanan), terlihat Sawada-san keliling-keliling sambil mengangkat boneka-boneka mungil, ditambah bawa-bawa dua papan pendek terbuat dari selebaran versi malam kedua yang ditempelkan di karton kardus agar kokoh.

KETEMU! :')

Penasaran, gue dekati Sawada-san dan menanyakan bagaimana Mami serta Qvey akhirnya ditemukan. Serta siapa yang sudah berbaik hati mengembalikan. Guess what? Sawada-san bilang dia nggak tahu tepatnya siapa yang nemuin. Pihak yang mengontak dia adalah staf T.M. Revolution, yang diberitahu sama sekuriti kalau ada orang melaporkan penemuan barang yang sudah dicari-cari selama dua hari.

Jadi dengan kata lain...
  1. Boneka Tomoe Mami dan Qvey yang sudah dua hari hilang akhirnya kembali lagi ke pangkuan pemiliknya.
  2. Sawada-san nggak perlu bayar uang bounty.
Entah kenapa bagi gue ini mengharukan sih. This happening somehow restored my faith in humanity... even just a little.

z. d. imama

*P.S.: Inilah akhir dari trilogi kisah AFAID 2013! Yay! Untuk membaca dua postingan sebelumnya, klik di sini dan kalian akan langsung diantar ke bagian pertama. Bagian kedua, yang khusus mengisahkan konser Kalafina, bisa dicek lewat sini.

0 Commentary:

Post a Comment

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!