Tuesday, 27 September 2016

Fisip Meraung: Aset Kota Solo?

PERINGATAN: tulisan ini akan jauh terasa kurang greget jika pengetahuan Bahasa Jawa kalian tidak memadai.


Gondhilku kecanthol lawang
Suwek! Suwek! Suweeeek!
Rakuat nggo tuku gondhil
Tuku gondhil, nggo tuku gondhil...


Empat baris di atas adalah lirik dari salah satu lagu Fisip Meraung yang berjudul "Gondhil", dari album "Bis Tingkat". Bagi kalian yang tidak familiar dengan istilah 'gondhil', saya akan berbaik hati membantu menjelaskan. 'Gondhil' itu adalah sebutan untuk kaos kutang, atau bahasa kerennya tank top, atau model baju atasan yang potongannya longgar dan menyebabkan ketiak kita bisa merdeka dalam tempo jang sesingkat-singkatnja. Alhasil karena longgar, maka tidak jarang lubang lengan yang ngglembreh dan kewer-kewer itu berpotensi nyangkut di pegangan pintu (saya sendiri pernah mengalami tank top sobek karena lubang lengannya tersangkut, jadi saya paham betul level realita lirik lagu di atas).

Apa dan siapa sih, Fisip Meraung ini?

Kalau ditanya seperti itu, jawaban saya secara umum agak-agak template-ish. "Band indie asal kota Solo, yang namanya diambil dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNS". Udah. Gitu aja. Tapi bagi diri saya pribadi, tidak pernah sekalipun saya menganggap Fisip Meraung sebagai band indie pada umumnya, melainkan lebih ke arah "band koplak hasil proyekan salah satu teman sekelas saat SMA", yang lagu-lagu ajaibnya sering saya dengarkan setiap kali saya sedang suntuk, butuh hiburan, atau sekadar ingin melupakan nestapa hidup.

Ini foto Fisip Meraung saat tampil di halaman mal yang letaknya di seberang rumah saya di kampung halaman. (Iya, saya kalau pulang kampung, mau belanja atau main ke mal tinggal gulung-gulung nyeberang jalan. Luar biasa, kan.)


Tadi saya kan bilang kalau bagi saya Fisip Meraung adalah band proyekan salah satu teman sekelas saat SMA. Nah, orang itu adalah yang berkemeja kotak-kotak di tengah (lihat foto atas). Namanya Megananda, lebih akrab dipanggil Amek. Saya sekelas dengan Amek saat masih kelas dua SMA, dan percayalah, waktu itu sudah terlihat tanda-tanda bahwa segala ide yang terceplos darinya niscaya bernuansa keajaiban dan keabsurdan. Di Fisip Meraung, selain memainkan bas, Amek juga yang biasa dapet tugas menyanyi. Jadi ya, suara vokal ala kadarnya yang kalian dengar pada lagu-lagu Fisip Meraung itu milik Amek.

Selain Amek, ada Taufik Cahya Sudirman atau Topik, di posisi gitar (dan vokal bagian sahut-menyahut). Di belakang drum ada Radius Bonifasio, yakni satu-satunya personil yang saya paling nggak kenal. Nama 'Fisip Meraung' pun asal-usulnya sederhana: karena mereka bertiga pada saat band ini terbentuk adalah mahasiswa FISIP UNS. Dampak dari males mikir nama band yang miyayeni (layak) ini pun salah satunya menyebabkan mereka sampai dipanggil pihak kampus karena disangka UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) resmi. Walah.

Bicara mengenai Fisip Meraung, kekuatan dan keajaiban utama mereka adalah lagu-lagunya. Liriknya menggunakan bahasa Jawa ngoko dan durasi tiap lagu rata-rata adalah satu sampai dua menit! Contoh lagu terkilat dari Fisip Meraung yang pernah saya dengar adalah "Nggugah Sahur" (Membangunkan Sahur), yang durasinya―kalau tidak salah ingat―hanya SEKIAN PULUH DETIK. Itu sih, cuma ditinggal menguap juga udah bubar duluan lagunya.


Foto barusan adalah kaver album religi mereka.
Sudah kepengin facepalm lalu membalikkan meja, belum?

Dua lagu milik Fisip Meraung yang dibuat di masa-masa awal, "Gedang Goreng" (Pisang Goreng) dan "Ngentasi Memean" (Mengangkat Jemuran), bahkan dibuatkan 'video klip' semenjana dan diunggah di YouTube. Silakan coba lihat sendiri dua buah video yang saya sertakan di bawah supaya kalian mampu memahami betapa jelata dan rakjat ketjilnya konsep Fisip Meraung.

1) Fisip Meraung - Ngentasi Memean


Sekadar trivia, gerombolan anak-anak cowok yang makan di warung pakai mangkok ayam (entah isinya bakso entah mi ) adalah teman-teman sekelas saya. Di antaranya yang terdekat dari kamera dan mengenakan helm adalah Rizal Nugraha (yang kemudian kuliah di ITB), di sebelahnya ada Ivan Dhimas, dan yang pakai hoodie abu-abu namanya Yesa. Nggak tahu deh waktu itu mereka dibujuk pakai apa kok mau-maunya membantu Amek bikin video klip beginian. Hahaha. Oh, dan baju putih yang dikenakan Amek di awal video? That's 'gondhil'.

2) Fisip Meraung - Gedang Goreng


"Gedang Goreng" bisa dikatakan sebagai lagu sulung Fisip Meraung. Sesepuh. Pionir. Angkatan awal. Apapun sebutannya. Judul lagu ini juga mencikalbakali nama fan club Fisip Meraung yang dinamakan Gedang Rockers. Embel-embel 'rockers' di belakang mungkin dikarenakan nuansa rock yang mendominasi sebagian besar lagu-lagu Fisip Meraung, walau setiap kali ditanya masalah genre, jawaban mereka pasti konsisten: humourcore. Alias musik guyon.

Saya mengenal Fisip Meraung semenjak eksistensinya masih berupa proyek sampingan yang santai dan cenderung main-main yang merekrut gerombolan teman-teman saya untuk meramaikan 'video klip' sederhana bikinan sendiri. Hingga kini, ketika mereka telah berkali-kali manggung ke berbagai tempat, bahkan diundang menjadi band pembuka Tulus dan Payung Teduh, dengan Facebook Page mereka sudah mendapat lebih dari tujuh ribu likes  dan dimuat dalam berbagai artikel koran-koran lokal. Di mata saya, Fisip Meraung tetap sama.




Reaksi saya ketika mendengarkan lagu-lagu Fisip Meraung masih tidak berubah. Tertawa geli bercampur kesal, merasa heran, bisa-bisanya mereka terpikirkan untuk membuat lagu dengan lirik se-ndeso dan senyata ini??? Selain lirik "Gondhil" di awal tadi, mari kita tengok lagu "Kecopetan" yang ada di album "Spesial Sambat":

Aku bar kecopetan
Tapi aku rapopo
Mergone dompete kui ora ono isine

Baru saja kena musibah kecopetan, tapi kita bisa dikatakan baik-baik aja karena memang sebetulnya dompet yang dicopet itu nggak ada isinya. Man, it's just freaking TOO REAL.

Bagi kalian yang berminat menyimak lagu-lagu Fisip Meraung, bisa main ke laman Tumblr mereka di sini karena kadang mereka suka drop link untuk free download. Ngakunya band udah kaya, jadi nggak butuh-butuh jualan amat. Lagipula, menurut klaim mereka, Fisip Meraung adalah aset Kota Solo layaknya kimcil racing dan Serabi Notosuman, sehingga barangkali nggak bagus juga kalau terlalu mata duitan... #Sotoy

z. d. imama

7 comments:

  1. duh, aku ketinggalan berita sama sekali sampai tak tahu band macam ini, ntar saya dengerin lagunya ah, saya cuma pernah dengerin The PanasDalam sih,

    dulu saya jg pernah punya band.. halagh ngelantur, ndak penting, ndak top juga, tapi saya jd gitaris lho dulu itu #halaagh sudahlah :))

    ReplyDelete
  2. Ncen amek kae kat jaman jik SMA wes nganeh2i wae og..kon gawe ppt trus presentasi nggo pelajaran bahasa Inggris malah dadine...yah..ngono kae...aku mulang malah ditinggal main Uno...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih kepada miss Kiki yang sudah komen karena dengan demikian saya tidak akan diduga sok ngaku-ngaku punya teman sekelas seajaib Amek :)))

      (Guys, guys, miss Kiki ini guru Bahasa Inggris saya saat SMA.)

      Delete
  3. aku sudah denger lagunya, apik main musiknya

    makasih infonya ini, duh saya ga apdet beneran, mereka keren. saya jd ada alternatif musik utk didengerin, maturnuwun

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kan Om, musiknya baguuus... Kerasa bikinnya niat, tapi begitu masuk lirik langsung HAHAHAHAHAHA.
      Sama-sama Om, Saya juga seneng kalau bisa bagi-bagi alternatif musik yang menghibur. Soalnya saya sendiri tiap kali merasa surem terus nyetel lagu-lagu mereka, ujung-ujungnya tetep mesam-mesem sendiri :)))

      Delete
  4. Suka sama lirik bahasanya yang "jawa banget". Ngentasi memean, hahaha...

    ReplyDelete
  5. Mantap nih, aset kotaku.. sukses selalu untuk Fisip Meraung

    ReplyDelete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!