Saturday, 3 September 2016

Salted Choco Truffles: a recipe


Saya kemarin baru saja dikatai, "Eh elo gendutan deh" oleh seorang mas-mas coworker.

Kampret.

One part of me wants to deny it. Mengatakan, "Ah enggak, deh. Halusinasi kamu paling, Mas!" Another piece of me really, really, wants to go offensive and snap back, "Elah sok ngatain orang gendutan kayak elu bodinya macem finalis L-Men of the Year aja!" But then again, a tiny, tiny bit of me mumbles inwardly, "Anjir. Kayaknya ngefek juga nih tiap malem makan banyak sambil maraton nonton downloadan film..."

Biarpun dibilang gembrot (kalau kata Syahrini sih "Gem #Brottt"), tapi itu tidak menghalangi saya untuk berbagi resep cemilan enak. Apalagi bahan dasarnya cokelat. Bikinnya juga gampang. Jangan curiga duluan saat tahu kalau resep ini memadukan antara cokelat dengan garam. Nggak, saya nggak gila. I'm sane, thank you, and these baby bites are so goood you're going to end up licking your own fingers like cats.

Why salt, you ask? It works as a neutralizer because the main ingredient is dark chocolate (70%), which tastes quite harsh for some people. Almost magically, it causes rich sweetness to pop out inside your mouth.

Have I say that these pretty little things are so damn easy to whip up?
Mari saya jabarkan apa saja yang kita butuhkan untuk meracik cemilan(?) ini. Nggak butuh banyak-banyak, kok. Ini resepnya simpel, dan lagipula, katanya sih semakin sedikit bahan yang dipakai akan meminimalisir efek samping (contoh: bokek mendadak karena over shopping).

BAHAN-BAHAN:
- 300 gram dark chocolate (yang 70%; pokoknya kalau digadoin lumayan pahit)
- 300 ml double cream (thick cream, heavy cream, terserah dapetnya apa)
- 60 gram unsalted butter
- 300 gram milk chocolate
- Sedikit garam kristal (BUKAN garam dapur ya, plis!)

Selanjutnya?
Mari singsingkan lengan baju dan olah bahan-bahannya!

Mula-mula patahkan dark chocolate menjadi bagian-bagian kecil. Akan lebih enak kalau cokelatnya dimasukkan kulkas sebentar agar mengeras, jadi saat dipotek akan lebih mudah dan keluar bunyi lirih 'krek, krek' yang memuaskan jiwa. Hohoho. #BakatPsikopat


Nah, kalau sudah... Berikutnya masukkan unsalted butter dan double cream ke dalam panci yang dipanaskan di atas kompor dengan api sedang. Agak  kecil juga nggak apa-apa. Pokoknya jangan sampai apinya kegedean. Aduk pelan sampai semuanya leleh dan tercampur rata.


Setelah menyatu, angkat dari kompor (jangan lupa matiin apinya) lalu tuang pelan-pelan ke atas dark chocolate yang tadi sudah dipotek-potek kecil. Nah, jadi setelah beres matah-matahin cokelat, taruh potongannya di atas wadah tahan panas ya... soalnya bakal disiram sama melted butter panas. Nggak lucu kalau tiba-tiba mangkuk atau baskom kita penyok kan.


Nanti cokelatnya bakal meleleh sendiri karena kena kontak panas dengan campuran butter + double cream. Tarik napas dalam-dalam, aduk dengan lemah lembut sampai campurannya melembut dan warnanya berubah berkilau eksotis kayak kulit Tara Basro.


Sekarang biarkan adonannya dingin dulu. Supaya agak memadat dan nantinya akan lebih mudah untuk dibentuk. Masukkan ke dalam kulkas selama beberapa jam (sambil nunggu, bisa nonton film-film downloadan dulu satu atau dua biji), dan setelah dirasa cukup keras, bentuk bulat-bulat dengan tangan.

Kerjakan satu-satu. Bulatkan. Bulatkan. Bulatkan. Ulangi terus sampai adonan cokelatnya habis. Atau minimal, sampai kesabaran kalian yang habis.

Ini kan niatnya dibuat bite-sized, ya. Agar ukurannya lebih stabil, silakan pakai sendok kecil (boleh sendok teh atau sendok makan, siapa tahu mulut kalian lebih spacey) untuk membantu mengambil adonan sebelum dibulatkan. Tapi ya asalkan jangan sendok nasi saja, lah. Apalagi sendok pasir???

Bola-bola yang sudah jadi bisa ditaruh di atas nampan beralas aluminium foil atau kertas roti. Nggak dialasin pun nggak apa-apa sih... tapi karena saya orangnya males beres-beres (baca: cuci piring kebanyakan)...

Well.
*shrugs nonchalantly*


Lempar lagi nampan berisi bola-bola kecil itu ke kulkas sebelum mereka jadi lembek (telapak tangan manusia itu suhunya lumayan panas lho). Apakah kita sudah kelar? Oh, tentu tidak. Masih ada milk chocolate yang harus diurus untuk lapisan luar alias coating.

Here we go again.

Lelehkan cokelat susu yang tadi dipersiapkan di dalam sebuah mangkok. Caranya? Tuang air panas ke dalam panci, lalu taruh mangkok berisi potekan-potekan cokelat susu dan aduk-aduk sampai mencair. Langsung angkat dari panci begitu semuanya sudah leleh supaya suhu cokelat cairnya agak mendingin.

Next step: dunk your refrigerated choco balls into the melted milk chocolate! Jangan sekaligus diceburin semuanya, nanti nempel. Pelan-pelan, dikit-dikit, bertahap. Jika kalian bisa sabar ngebuletin bola-bola tadi satu per satu, berarti melapisi mereka sekali lagi juga pasti mampu! Semangat!


Setelah beres, taburkan garam kristal secara merata.
INGAT: taburkan ya. Jangan dituangin.

Sprinkle it away!


Kelihatan kan bedanya sama yang foto di atas tadi? Ngomong-ngomong, naburin garemnya jangan kebanyakan juga ya. Keasinan nanti. Kita bikin cemilan cokelat, bukan bakwan.

When you're done with this task, you're good to go! Place these babies back into the fridge for a couple of hours before placing them into small bowl, tea cups, or cute mugs. Iya, wadahnya harus bagus. Biar makin semangat makannya. Yey. (Gini kok mau protes pas dibilang gembrotan sama mas-mas coworker.)


For you guys who don't own an oven, or only possess small kitchen, this is a good recipe to try. Seriously, it's a freaking heaven in tiny bits.

z. d. imama


7 comments:

  1. .................ini bikin ngiler banget sik seriusan 8))))

    ReplyDelete
  2. Duh makan beginian cuma nyelip di gigi. Bikinnya mayan rempong, ngunyahnya cuma beberapa detik. Terus gendut. Mending makan indomie sekalian. :)))

    *dibakar massa*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi Kak...!
      Indomie yang dimasak sepuluh menit bisa abis dimakan dalam waktu tidak sampai dua menit! (Ini beneran)

      Delete
    2. Tapi cukup bikin kenyang ಠ_ಠ

      Delete
  3. Garam kristal itu macam gimana pula😑

    Tp itu sepertinya enak coklat asinnya. Dan theme blogmu asik. Mobile friendly sekali. Contek ah #lho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Garam kristal itu yang butirannya nggak halus, Om. Lalu warnanya biasanya agak bening transparan gitu, bukan putih bersih kayak garam-garam dapur atau garam meja :D
      Ada kok di supermarket. Cari saja :3

      Delete
  4. Haiii aku kunjungan balik nih. Dan begitu liat tampilan depan blog kamu, langsung tertuju ke resep Choco Truffles ini. Tampaknya enaaak.. Mau ah kapan-kapan cobain bikin :D

    ReplyDelete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!