Saturday, 22 October 2016

Magic Knight Rayearth: a '90s series


Setelah pindah kos-kosan sebagaimana yang terkisah di tulisan ini, saya, untuk pertama kalinya dalam sejarah menjadi gadis rantau, akhirnya mendapatkan akses internet yang layak. Patut disyukuri bahwa kos-kosan saya yang sekarang menyediakan fasilitas free wi-fi (dengan password luar biasa rumit sampai-sampai saya sudah nggak ingat lagi). Apalagi letaknya persis di atas kusen pintu kamar saya, sehingga sudah dapat dipastikan teritori kekuasaan pribadi saya kejatah sinyal kenceng banget.

Sebagai OKSWB (Orang Kebanjiran Sinyal Wi-fi Baru), tentunya saya tidak lupa membangkitkan kembali semangat juang #HambaTorrent yang dahulu pernah berkobar membara dalam jiwa... ketika masih menjadi exchange student di Jepang. Apa mau dikata, itu adalah satu-satunya masa di mana saya bisa memiliki akses internet dengan kecepatan dewa. Sedih, kan.

Beberapa minggu yang lalu terbersitlah pikiran iseng: ingin menonton film dan serial-serial lama yang pernah ditonton di televisi tapi saya masih terlalu kecil untuk bisa memproses ceritanya secara keseluruhan. Juga serial lama yang luar biasa tenar tapi saya nggak nonton, entah karena belum lahir atau nggak sampai di layar kaca Indonesia aja. Untuk serial Barat, yang belakangan ini saya tonton adalah Buffy the Vampire Slayer (Sarah Michelle Gellar pas masih abege lucu banget aduh mak saya ini hanyalah bongkahan upil kering), dan tentu saja F.R.I.E.N.D.S. Sejujurnya kepengin iseng coba nonton Baywatch juga tapi kok rating IMDB-nya nggak bagus, despite its huge popularity.

Nah, tentunya tidak afdol jika tidak mengulik produk-produk #BudayaTimur sekalian. Memang pada dasarnya saya tumbuh bersama dan dekat dengan komik-komik serta animasi Jepang seperti Rurouni Kenshin (Samurai X), Inu Yasha, Digimon, serta sekian banyak judul-judul lain. Meski sempat bingung, akhirnya kali ini pilihan diputuskan jatuh kepada salah satu karya masterpiece penulis manga favorit saya, CLAMP.

Magic Knight Rayearth


Magic Knight Rayearth (MKR) ini pernah ditayangkan di RCTI sekitar tahun 1996, lho. Di Jepang sendiri animasinya rilis tahun 1994, hanya selisih setahun dari manga-nya yang pertama kali terbit pada 1993. Saya tidak sempat nonton karena masih terlalu kecil, sih.. Komiknya juga pernah dirilis oleh Elex Media Komputindo, tapi tidak sempat saya beli karena lagi-lagi saya masih kelewat kecil sehingga belum paham barang bagus. Huhuhu. Satu-satunya sumber informasi awal yang saya punya tentang MKR adalah sebuah artikel majalah Bobo lawas yang dibelikan ibu untuk saya berlatih membaca. Di sana, dimuat review film animasi terbaru yang sedang disiarkan di televisi lokal. Semenjak saat itu saya senantiasa dihantui keinginan terpendam untuk bisa menonton serial anime ini... yang akhirnya baru terkabul di pertengahan akhir tahun 2016. Wow. Percayalah pada kekuatan impianmu, teman-teman.

Saya membaca materi originalnya (manga) sudah sejak lama, tapi baru seminggu belakangan ini akhirnya bisa menonton adaptasi anime-nya. Jalan cerita keduanya memang tidak 100% sama, tapi garis besarnya identik. Mengisahkan tentang petualangan tiga gadis remaja bernama Shidou Hikaru (yang berambut merah; lihat gambar di atas), Ryuuzaki Umi (yang berambut lurus panjang warna biru), dan Hououji Fuu dalam menyelamatkan Cephiro, sebuah 'dunia lain' yang berada di ambang kehancuran. Cephiro merupakan dunia yang eksistensinya disokong oleh seorang Pilar, yakni manusia terpilih yang dituntut harus selalu berdoa untuk perdamaian dan keseimbangan dunia, demi kebahagiaan semua warga Cephiro. Masalahnya adalah, Putri Emeraude, Pilar yang sekarang sedang menjabat, sedang diculik dan disekap oleh Zagato, mantan Pendeta Tertingginya sendiri. Maka Cephiro pun jadi gonjang-ganjing.

Supaya dapat menyelamatkan Cephiro, Hikaru, Umi, dan Fuu dituntut untuk menjadi Magic Knight yang legendaris dan membangkitkan tiga dewa yang bersemayam di beberapa tempat keramat dalam Cephiro. Masing-masing dewa ini memiliki kekuatan yang berbeda dengan berbasis pada elemen alam. Selece, yang berelemen air dan mengambil perwujudan naga, dibangkitkan oleh Umi. Kemudian Windam, dengan perwujudan burung raksasa bersayap empat dan berelemen angin, dibangkitkan oleh Fuu. Terakhir, dewa berelemen api berwujud entah serigala entah singa, Rayearth, berhasil dibangkitkan oleh Hikaru. Mirip kisah game RPG klasik.

Saya nggak nemu gambar lain yang meletakkan ketiga dewa dalam satu frame..
*menangis*

Menariknya, dewa-dewa ini ternyata mampu menjelma jadi robot-robot raksasa yang bisa 'ditunggangi' saat kondisi mendesak, atau ketika pertarungan tidak dapat diselesaikan dalam wujud manusia biasa. Buset. Saya sendiri tidak habis pikir sampai sekarang, kenapa tim CLAMP, penulis kisah MKR, bisa terpikirkan untuk memasukkan unsur-unsur sebanyak dan sekompleks ini ke dalam komik yang genre-nya 'hanya' shoujo manga. Bagi kalian yang awam, akan saya bantu jelaskan. 'Shoujo manga' itu secara mudahnya adalah 'komik cewek'. Ditujukan untuk anak-anak perempuan, maka ceritanya mayoritas sederhana dan manis-manis seperti membahas cinta pertama atau naksir-naksiran sama kakak kelas. Nggak banyak ribet di sana-sini, apalagi perang robot.

But of course, CLAMP never listens. Rule never applies to CLAMP. Heck, nobody can actually rule you when you manage to create a mecha design with this level of badass-ery:

Dari kiri ke kanan: Selece, Windam, Rayearth (robot form).
BOW TO THEM, PEASANTS.

Karena pada dasarnya MKR didesain sebagai komik cewek, tentu kurang greget jika tidak menghadirkan karakter-karakter cowok heartthrob yang memesona. But it isn't CLAMP if they do not exceed your expectation. Jika biasanya lelaki-lelaki kece dalam anime dan komik lain hadir dalam bentuk eceran (sebiji-dua biji, seringnya sih mereka nanti rebutan perhatian tokoh utama ceweknya), di MKR semua tokoh cowoknya ganteng-ganteng, keren, punya kepribadian kuat, dan reliable. Sulit untuk nggak naksir mereka. Cuma sayangnya kok ya dua dimensi. This is why my love life is such a tragedy. Sekalinya ada yang bisa bikin jatuh cinta eeeh... ternyata tokoh fiksi. #CurhatColongan

Namun dari sederet tokoh-tokoh lelaki yang luar biasa dalam MKR, tentu ada dong yang menjadi favorit. Bagi saya, itu adalah Lantis, seorang ksatria sekaligus ahli sihir papan atas Cephiro, dan secara kebetulan adalah adik dari Zagato. Tunggangannya merupakan seekor kuda hitam magis yang bisa dipanggil sewaktu-waktu. Cihuy abis. And this is how Lantis looks like:

That sharp jaw. Those piercing eyes. Good Lord.
Now you know why I'm swooning over this guy.

Dalam perkembangannya, kisah MKR ini banyak mengalami unexpected twists and turns yang menyenangkan tapi masih masuk akal dan sincere, tidak ada kesan dibuat-buat atau dipaksa. Dikemas dalam 49 episode serial animasi, masing-masing berdurasi 25 menit, pacing alur Magic Knight Rayearth ini enak untuk diikuti. Nggak terlalu ngebut kayak diuber-uber debt collector, tetapi juga nggak kebanyakan filler yang niatnya hanya demi manjang-manjangin cerita kayak Kapten Tsubasa yang satu tendangan bisa makan waktu satu episode penuh karena dikasih flashback dulu. Sementara itu versi komiknya justru lebih terasa ngebut secara alur dan gaya penceritaan, karena total hanya ada 6 volume buku.

Gambar/artwork versi animasi MKR pun cukup bagus, apalagi jika dibandingkan dengan kualitas gambar CLAMP di komiknya yang mewah menggelegar, rasanya tidak terlalu kedodoran dalam usahanya mengimbangi. Bagi saya pribadi, rating serial Magic Knight Rayearth ini 9/10 untuk versi animasi dan 8.5/10 untuk versi komik. Tinggi banget? Emang. Karena harus diakui, untuk sebuah kisah shoujo manga, MKR sebagus itu. Baik cerita, desain karakter, desain kostum dan senjata-senjata yang dimunculkan.. semuanya cakep! Bonus Lantis, pula.

Bagi kalian yang berminat membaca komik MKR, bisa cek di situs-situs scanlation seperti Mangafox dan sejenisnya (asalkan jangan lupa mengakali Internet Sehat kita yang tercinta). Recommended reading, if you ask me. Ingin nonton animasinya tapi bingung ingin download di mana? Tenang saja. Kalau domisili Jabodetabek dan bersedia ketemuan sama saya untuk membantu berpartisipasi dalam birthday project ini, bisa kok #SedotHore langsung dari external harddisk keramat milik saya. Hohoho.

*kabur sebelum digebukin massa*

z. d. imama

3 comments:

  1. Aku dulu sempet nonton ini waktu ditayangin di tv sih..#TerkenaJebakanUmur #90sKidsPryde
    Tapi terus karna lebih cinta ama Sailormoon, Saint Seiya, dan Teenage Mutant Ninja Turtles akhirnya ga ngikutin lagi..
    Tapi suka banget ama chara nya sampe punya buku tulis bersampul Magic Knight Rayearth..

    Betapa dulu tv Indonesia punya acara yang bagus2 dan bermutu ya..
    *menatap acara tv sekarang dengan prihatin*

    ReplyDelete
  2. AYOK KETEMUAN AKU MAU MINTAK SERIAL INIIII!!

    ReplyDelete
  3. Mau dong #sedothore nyaaaa....
    Ini adalah senshi yang saya hamba-hambakan selain usagi CS, dan betapa saya sangaaaaaattttt ngfans sama CLAMP! Maygat! ALL HAIL TO 90'S ANIME!

    ReplyDelete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!