Thursday, 29 December 2016

BIRTHDAY.. and I.


Bulan Desember adalah bulan kelahiran saya. Hence this blog's name, people. Beberapa sahabat terbaik saya, termasuk guru SMA sendiri (yang mana saya telah memberikan hadiah ulang tahun berupa.. MEMINTA IDOLANYA MENGUCAPKAN SELAMAT ULANG TAHUN), juga lahir di bulan ini. Saya sih hepi-hepi aja lahir di penghujung tahun.. soalnya bisa menganggap diri sendiri lebih muda dari kawan-kawan yang lahir di tahun yang sama. Hahaha. Apalagi nama bulannya bagus. "December" atau "Desember" itu entah kenapa di benak saya punya kesan yang menenangkan. Dibandingkan Januari pun, aura "restart" pada bulan Desember menurut saya pribadi lebih terasa.

My parents stopped celebrating my birthday (with simple festivities like lunch with extended family members and some kids from the neighborhood) after I turned... I don't exactly remember, FIVE? Or seven? Anyway, things got real sour when my father lost his job (until now, but I'm used to it) so birthday parties were out of the question. It would be telling lies if I say I was totally fine with that. I envied my classmates, who brought a cake to the classroom on lunch break on their birthday. I envied my friends, who invited their "BFFs" over for celebration and were allowed to have "Sweet Seventeen" party. I hated that I was always asked to chip some money in for the sake of throwing "birthday surprise" for other people but they never did the same when my birthday came.

Yeah, friendship is aaaaaawesome.

I was insecure (still am) and somewhat emo and the loneliest day in my life turned out to be my own birthday. Kan kampret. Kebiasaan ini pun berlangsung bertahun-tahun lamanya, yang menyebabkan saya suka keki sendiri tiap kali bulan Desember datang kembali. Saya kepengin juga dong, ulang tahun saya punya kesan yang menyenangkan. Atau minimal, tidak dihabiskan dengan nge-down sendirian kayak manusia nggak bersyukur (kalau kata tetangga). Akhirnya saya memberanikan diri untuk iseng-iseng mengadakan Birthday Project, sebagaimana tertera di postingan beberapa bulan silam.

Masalahnya adalah:

Saya lupa sama sekali tentang proyek ini.


Maklum seumur-umur nggak pernah excited menghadapi ulang tahun. Sekalinya bikin acara udah seketika kelupaan aja. But I met some people and asked them, though (biarpun jumlahnya kayaknya nggak nyampe 22). Beberapa mengatakan hal yang menyenangkan, yang bikin anak insyekyur macam saya terharu-biru. Tapi ya ada juga yang agak males-malesan jawabnya. Hahaha. Entah malu entah nggak pernah mau repot-repot memikirkan impression mereka terhadap saya. Coba yuk kita rekap satu per satu. Sebisanya saja juga nggak apa-apa... 


Saya main bareng Yohanna, biasa dipanggil Yoyo, salah satu adik angkatan di kampus yang kebetulan sama-sama menggemari peridolan Jepang khususnya talent-talent Johnny's Entertainment. Yoyo bilang saya ini orangnya enak untuk diajak ngobrol tentang apa pun―hal senada juga diutarakan adik angkatan SMA, Belinda dan Tika. Ellya, yang seangkatan dengan saya pun mengamini. Tetapi dengan sangat menyesal, saya harus jujur bahwa kemampuan "enak diajak ngobrol tentang apa pun" itu sesungguhnya punya syarat akbar: sudah cukup nyaman dengan lawan bicara. Seandainya mas-mas kantor sebelah mendadak ngajakin bahas pernikahan di dalam elevator sih yang ada saya bengong sepanjang dia ngomong.

Beberapa teman-teman yang dapet kenal berkat kemajuan teknologi (baca: Internet) juga sempat saya temui. Di antaranya ada Kak Chika, yang rajin meninggalkan jejaknya di blog ini (dan sekaligus merampok sekian banyak serial di pertemuan pertama). Katanya sih, saya ini sama persis kayak di foto. Oke minimal saya nggak akan kena tuduhan penipuan berdasarkan potret diri lah ya. Kemudian ada Mbak El, yang bilang kalau saya anaknya ghumash sekali dan kalau cerita heboh. #KemudianHening #MaluSampaiTahunDepan. Mbak Azza malah mengatakan bahwa saya lembut-lembut manis, yang mana sukses membuat saya ingin membenamkan diri ke perut bumi lalu berpetualang dikejar T-rex saking malunya. Sementara menurut Mas Wahid (yang jawabannya paling males di antara responden lain), saya tuh orang Solo banget. Mbuh iki karepe jane kepiye. Bebas, Mas. Bebas.

Saya juga sempat jalan-jalan ke Ragunan bersama Dhino (pengalaman perdana ke kebun binatang ibukota negara haha), ngobrol banyak sampai serak, ketawa-ketiwi haha hihi sampai udah makan pun lapar lagi, dan ujung-ujungnya―berhubung dia paham bahasa Jawa―saya justru mempromosikan secara berapi-api band indie kacau bikinan teman SMA saya di kampung halaman: Fisip Meraung, yang ulasannya sempat saya tulis di blog ini juga. Amek, you should pay me for spreading people's awareness about your #RakjatKetjil band. Dhino bilang, saya ini tipe orang yang pintar dan mandiri. Barangkali kelak di kehidupan berikutnya, saya akan terlahir kembali sebagai mesin ATM.

...Siapa lagi ya, yang main sama saya lalu berkenan ngasih feedback tentang personal impression? Lupa. Seriusan. Tampaknya memang sudah nasib jadi orang yang awkward dalam pergaulan. Mau tanya "What do you think about me?" saja malunya setengah mati. *guilty grins*


But even good things could happen in my birthday this year. Walau seumur-umur nggak pernah merayakan ulang tahun semasa remaja sampai dewasa (secara hukum) dan di kalangan pertemanan pun cuma tersisa memori menyebalkan, kali ini saya mendapat kejutan manis: ditraktir makan siang oleh Pak Bos pada hari ulang tahun. Makan siangnya enak banget pula. Sebagai bocah kos-kosan yang hidup bermodalkan Indomie, dapat tawaran makan gratis di restoran adalah perkara yang layak disujudsyukurkan. Apalagi malamnya saya juga ditraktir seseorang―sebut saja namanya B―makan salmon (boleh nambah pun). Yaa Rabb.. dipikir-pikir gampang banget dibikin seneng ya, saya ini? Anaknya sungguh murah.

2016 may fuck up the world, but personally, I think this year is more packed with good things and nice surprises. Because at the very least, 2016's birthday of mine is not going to be a day I dread remembering.

Buruan libur tahun baru kenapa sih, Pak Bos?

z. d. imama

9 comments:

  1. Hampir mirip sih, terakhir ultah dirayain juga kayaknya pas umur 6 atau 7 tahun gitu. Setelah itu juga ga pernah dirayain lagi.

    Anyway itu pak bosnya super baik banget dah. Semoga saja bila bekerja nanti bisa dapet pak bos yang kayak gitu juga (baca: suka nraktir) XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya lebih seneng kalau bisa makan enak tapi yang bayar diri sendiri sih... Tapi aaamin deh, hahaha. Doa baik jangan ditolak X'))

      Delete
  2. oi selamat ulang tahun nona!
    smoga semakin bersinar-sinar sepanjang tahun depan pokoknya!
    kalo boleh ngasih impresi, dirimu itu unik dan cuek, sepertinya begitu

    apapun, selamat mendewasa!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi padahal jadi anak-anak lebih menyenangkan... Eh nggak juga ding, masa kecil saya yang bikin seneng paling film kartun, dan sekarang setelah gede(an) bisa download semuanya dari Internet... #DipikirkanSerius

      Delete
  3. Selamat ulang tahun! Aku tunggu traktirannya ya~ *digaplok*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, Kak Kimi! Tetaplah membela kebenaran!
      *digaplok balik* X'D

      Delete
  4. TIMBANGAN KOK GAK DIBAHAS?

    #apeu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bentar, nanti diselipin ke postingan berikutnya :)))))

      [Sebenernya sih emang kelupaan aja tapi bisalah nanti diatur. KAN MINIMAL UDAH DITWIT X'D]

      Delete
    2. Ntar dipost fotonya plus angka timbangan ya...


      *diguyur sake*

      Delete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!