Monday, 6 February 2017

A very spoilery review of Resident Evil: The Final Chapter


Kalian tahu nggak sih rasanya ketika seseorang yang kalian sayang bertingkah sangat norak sampai lihatnya aja bikin kepengin jedot-jedotin kepala ke atas meja, tapi kalian tetep menabahkan diri karena sudah terlanjur sayang? Nah. Ya kurang lebih seperti itu carut-marutnya perasaan saya ketika menyaksikan Resident Evil: The Final Chapter beberapa waktu lalu di CGVBlitz Grand Indonesia atas traktiran Kak Chika yang baik hati. Film ini dari segi penceritaan sangat embuh, tapi tetap saja saya tonton dan keputusan itu tidak disesali karena empat alasan: Mbak Milla Jovovich, Mbak Milla Jovovivh, Mbak Milla Jovovich, dan Mbak Ali Larter. Iya, saya biased parah. Keterlaluan. Sungguh tidak sayentifik.

Perkenalan perdana saya dengan franchise Resident Evil adalah suatu malam di pekan Halloween sekitar tahun... berapa ya? Waktu itu pokoknya saya masih kelas 6 SD, dan Bioskop TransTV menayangkan Resident Evil (2002) dan Resident Evil: Apocalypse (2004) dua malam berturut-turut. Saya nonton sendirian karena ibu saya meninabobokkan adik sampai ikut ketiduran, dan ayah saya seperti biasanya nongkrong di warung kopi sambil ngobrol bersama tetangga. Sejak malam bersejarah itu saya jatuh cinta dengan Mbak Milla Jovovich yang sungguh tsantik subhanallah dan terlihat sangat badass sebagai Alice.

I mean, how could you not love her after watching this scene?????

Sebelum masuk ke studio bioskop, saya menyempatkan diri melakukan mental recall terhadap plot-plot film-film Resident Evil sebelumnya―dan membuat saya menghadapi realita bahwa saya cuma ingat isi cerita hingga film ketiga, Resident Evil: Extinction (2007). Selebihnya? Buram. Hanya ada potongan satu-dua adegan yang masih menempel di memori, tapi storyline sudah rontok semua tak bersisa. Pertanyaan saya: emang Resident Evil sehabis film ketiga tuh masih ada ceritanya ya?

Oke, begini saja. Demi menuju pembahasan Resident Evil: The Final Chapter yang lebih hakiki, marilah kita lakukan napak tilas seluruh serinya bersama-sama. Setuju? Setuju. Siap? Mulai.

Resident Evil (2002)

Terjadi kebocoran virus yang disebut T-Virus di pusat penelitian genetika rahasia milik Umbrella Corporation, The Hive, yang berlokasi jauh di bawah tanah Raccoon City. Akses menuju dan keluar dari The Hive diblokir total oleh The Red Queen, AI yang mengontrol seluruh sistem, setelah memastikan seluruh makhluk hidup di dalam The Hive mati supaya infeksi virus tidak merembet ke permukaan tanah. Sementara itu, Alice, seorang security operative, bergabung bersama dengan tim khusus yang dikirimkan Umbrella Corporation untuk menyelidiki The Hive yang mendadak tidak ada aktivitas. Mereka turun ke TKP dan segera menyadari bahwa The Hive telah berubah menjadi sarang para Undead―alias zombie―akibat terpapar T-Virus, dan sesegera mungkin berusaha keluar dari sana. (TL;DR: Menceritakan usaha Alice dan rekan-rekannya untuk kabur dengan selamat dari The Hive yang sudah penuh zombie.)

Oh iya, ada Michelle Rodriguez juga!

Resident Evil: Apocalypse (2004)

Alice dan Matt yang berhasil keluar dari The Hive tertangkap oleh orang-orang Umbrella, dan Alice terbangun sendirian di semacam ruang operasi. Seluruh Raccoon City telah berubah menjadi kota mati karena ternyata para zombie di The Hive berhasil naik ke permukaan tanah. Di film ini dijelaskan bahwa T-Virus awalnya diciptakan oleh Dr. Charles Ashford untuk anaknya, Angela, yang menderita lumpuh. Bersama Jill Valentine dan Charles Olivera, Alice berusaha membantu Angela dan Dr. Ashford keluar dari Raccoon City yang hendak dibom demi menekan penyebaran infeksi. Di akhir film, Alice tertangkap pihak Umbrella dan dijadikan "Project Alice" yang membuat dia memiliki kekuatan di luar kemampuan manusia normal. (TL; DR: Alice dan rekan-rekannya berjuang untuk bisa pergi dari kota. Sejarah asal mula T-Virus terungkap.)

Cuma Jill Valentine yang bisa berantem lawan zombie pake kemben.

Resident Evil: Extinction (2007)

Alice, yang sekarang punya kemampuan telekinesis, kabur dari Umbrella Corporation dan mengembara sebagai buronan, menjelajah dunia yang sudah tandus akibat penyebaran T-Virus. Di tengah jalan Alice bertemu rombongan survivor di bawah komando Claire Redfield, yang hendak menuju Arcadia, Alaska, suatu tempat yang berdasarkan kabar burung (entah burung siapa) masih steril dari infeksi. Di film ini diperlihatkan bahwa laboratorium Umbrella Corporation membuat banyak klon Alice... untuk mencari mana yang memiliki kemampuan terdekat dengan 'Alice asli'. Di akhir film, Alice mengirimkan pesan ultimatum ke petinggi Umbrella bahwa dia akan mengajak 'teman-temannya' melakukan penyerbuan ke markas pusat. (TL; DR: Klon Alice. Telekinesis. Alaska. Oh, Mbak Ali Larter yang jadi Claire keren banget sumpah.)

Siluet aja bagus bener yaa Rabb... *jelata tersedu*

Resident Evil: Afterlife (2010)

Saya cuma inget ini film latarnya di Tokyo terus ada Nakashima Mika jadi zombie di perempatan Shibuya. Udah gitu doang. Oh.. dan Alice-nya banyak banget gara-gara klon-klon yang ditemukan dalam RE: Extinction sebelumnya diajakin meng-ambush markas besar Umbrella Corporation. Ada bos pake kacamata item sok SWAG gitu gayanya, namanya Wesker, entah jabatan dia di Umbrella Corp apaan saya nggak inget. Mungkin film ini ibarat The Raid tapi polisinya Alice semua dan yang ditembakin bukan preman melainkan prajurit ber-armor, zombie, sama mutan.

Milla Jovovich di mana-mana, jiwa fangirl saya bahagia.

Resident Evil: Retribution (2012)

Ya ampun. Setelah ngomongin kepunahan (Extinction) dan akhirat (Afterlife), saya beneran nggak paham kenapa masih dibikin film lagi yang dikasih judul.. azab. Oke, oke, 'penghukuman' deh biar agak bener terjemahannya. Saya nggak inget sedikit pun dari film ini kecuali tiga hal: ada mbak-mbak Asia bernama Ada Wong yang berantemnya pakai high heels dan gaun pesta dengan belahan setinggi kahyangan, kapal gede amit-amit penuh berisi orang pakai baju putih-putih, dan di akhir film mendadak muncul naga-naga mutan beterbangan di mana-mana. Embuh banget. Tapi Mbak Milla Jovovich tetap badass seperti biasa. Saya tetep sayang.


Sekarang mari kita memasuki pokok bahasan sesungguhnya dari postingan ini.

Resident Evil: The Final Chapter (2017)

Suatu hari, The Red Queen mengontak Alice dan memberitahu bahwa Umbrella Corporation sesungguhnya telah mengembangkan antivirus penangkal wabah T-Virus yang telah berlangsung selama sepuluh tahun terakhir. Alice terkejut dan menanyakan ada di mana letak antivirus itu. Kata Red Queen, benda penting tersebut tersimpan di dalam The Hive, yakni tempat yang menjadi awal mula bencana global ini.

Baru sampai situ, kening saya sudah berkerut. LAH KAYAKNYA DARI FILM PERTAMA UDAH JELAS KALAU T-VIRUS SEBENERNYA ADA PENANGKALNYA??? Sejak awal kan telah diperlihatkan bahwa ada dua tabung: biru dan hijau? Warna biru adalah virus dan yang hijau antivirus? Ini gimana sih maunya? Di film kedua (Apocalypse) bukannya Alice juga sempat pegang―bahkan menginjeksi―antivirus yang dibawa Angela supaya mutasi tubuhnya nggak melampaui batas? Dia ngapain pakai acara terkejut segala? Oh, ternyata dulu antivirusnya harus disuntik langsung, tapi kalau yang baru kelar dikembangkan ini airborne jadi lebih efisien. Okelah. Yowis aku manut.

*Menarik napas dalam-dalam*

Alice pun pulang ke Raccoon City, yang mana ternyata di sana ada Claire Redfield serta beberapa orang lain yang berhasil selamat dan bertahan hidup. Entah gimana ceritanya kok orang-orang itu bisa di sana, kayaknya sih dikasih tahu tapi saya nggak begitu nyimak. Claire dan geng terdekatnya menawarkan diri menemani Alice masuk kembali ke The Hive demi mengambil antivirus. Namanya dapet temen pasti seneng lah, jadi diiya-iyain aja sama Alice.

Setibanya di The Hive, Alice, Claire, dan Doc si pacarnya Claire yang diam-diam ternyata pengkhianat berhasil berhadapan dengan Wesker dan Dr. Isaac. Dr. Isaac ini adalah petinggi Umbrella Corporation yang punya ide atas Project Alice. Dan nggak ada petir nggak ada kentut... mendadak masalah muncul di sini. Saya ulangi: Masalah. Muncul. Di. Sini. Entah kenapa mak jegagik diceritakan bahwa sesungguhnya T-Virus diciptakan oleh pendiri Umbrella Corporation, yakni James Marcus, untuk menyelamatkan hidup putrinya yang bernama Alicia. Dik Alicia ini menderita kelainan genetis yang menyebabkan sel-selnya menua dengan sangat cepat, sehingga tidak bisa menjalani hidup normal. James Marcus akhirnya mati dibunuh oleh Wesker dan Dr. Isaac yang ingin menguasai perusahaan, tapi Alicia Marcus ternyata sampai sekarang masih hidup―walau sudah tua, peyot, nan kempot sebelum waktunya. Dia dibiarkan hidup oleh Dr. Isaac karena dianggap lemah dan tidak berbahaya. Lalu saat sepertiga akhir film, dengan tenangnya Alicia Marcus ini menampakkan diri di hadapan Claire, Alice, Dr. Isaac, serta Wesker lalu rumpi-rumpi nostalgia seolah mereka lagi di acara arisan keluarga.

Dan Alice yang selama ini menjadi tokoh sentral dalam franchise Resident Evil dengan berbagai sepak terjang badassery-nya rupanya adalah sesosok klon dari Alicia yang terkuat, tercerdas, tersukses, ter... segalanya. Alice bukan mantan security operative Umbrella Corporation, bukan pula sesosok anomali yang tubuhnya secara misterius mampu menimbulkan reaksi berbeda saat diinfeksi dengan T-Virus. Dia cuma klon dari Alicia Marcus, seorang karakter yang nggak pernah disebut-sebut sepanjang lima film sebelumnya tapi tahu-tahu nongol aja gitu jadi tokoh penting di film terakhir.

Are. You. Freaking. Kidding. Me???

LHO YA TERUS DR. CHARLES ASHFORD SAMA ANGELA YANG NONGOL DI RE: APOCALYPSE ITU SIAPA??? DULU BUKANNYA UDAH BIKIN BACKSTORY UNTUK BENCANA T-VIRUS?? KENAPA MENDADAK SOK NGIDE PAKE ACARA DIGANTI SEGALA??? Demi apa pun juga kepala saya pening seketika. At this point I really wanted to scream at the big screen, "Mau elo apa siiih???" from the top of my lungs. Tapi berhubung saya anak baik dan memahami tata krama di ruang publik, saya harus puas hanya dengan menyet-menyet pipi sendiri tanpa suara. Belum lagi revelation bahwa pihak Umbrella Corporation sebetulnya sengaja melepaskan T-Virus karena mereka ingin menciptakan 'kiamat' demi menguasai sumber daya di bumi.

I. AM. EFFING. CRYING. I AM SO DONE.

T-Virus tuh bukannya pertama kali 'bocor' (atau dibocorkan) di dalam The Hive, ya? Kalau memang mau bikin kiamat kenapa sepuluh tahun lalu nggak langsung pecahkan saja gelasnya biar ramai tabung virusnya di tengah kota New York atau mana kek yang populasi manusianya lebih banyak dibandingkan laboratorium rahasia bawah tanah dengan sistem keamanan top-class? Sumpah nggak ngerti. Resident Evil: The Final Chapter ini amat sangat embuh sampai-sampai kalau yang main bukan Mbak Milla Jovovich tetapi―katakanlah―Kristen Steward, saya nonton ditraktir pun ogah. Maunya dibayar. Itu juga di dalam studio saya bakal tidur aja.

*Hands up in defeat*

Saya bahkan nggak sanggup untuk ngasih skor. Film ini terlalu... terserah. Huhuhu. Pokoknya kalau kalian bias dengan Mbak Milla seperti saya, atau memang menggemari film action zombie, sah-sah saja kok nonton Resident Evil: The Final Chapter. Toh ini film terakhir. Paling tidak marilah kita sama-sama bersyukur karena Paul W. S. Anderson selaku penulis sekaligus sutradara franchise Resident Evil (dan suami Milla Jovovich) masih bersedia menamatkan cerita ini. Minimal udah kelar sebelum storyline yang kian amburadul menyebabkan penonton terpelatuk untuk melakukan vandalisme di dalam studio.

Ya udahlah ya... namanya juga 'film keluarga'.

z. d. imama

13 comments:

  1. saya sih sedari dulu ga tertarik dgn film bertema zombie, subjektif memang. akan tetapi sama dengan dirimu, satu2nya alasan nonton resident evil hanyalah faktor milla jovovich-nya

    dan saya mau membaca reviewmu sedari atas sampai bawah kali ini karena saya akhirnya tak usah susah-susah nonton ke bioskop hahaha

    trus, pengetahuanmu ttg film ini top banget, salute!

    ReplyDelete
    Replies
    1. ...Om Warm blognya kenapa ya kok aku nggak bisa buka .__.

      Hahaha, iya sebenernya saya relatif suka dengan Resident Evil (sampai film ketiga) gara-gara Mbak Milla jadi berkali-kali ditonton ulang. Makanya beberapa detil nempel di kepala. Tapi makin ke sini RE ceritanya makin embuh dan yowis akhirnya ke bioskop cuma gara-gara #TerlanjurSayang aja Om...

      Waduh malah curhat.

      Delete
    2. Hastagnya #TerlanjurSayang banget?

      Aku pun nggak terlalu suka film yang seperti ini. Pernah nonton yang pertama, di tengah2 malah tidur, bles.

      Delete
    3. Adit kan gak suka film yang bikin kaget. Yang ada ntar nyubit paha orang sebelah...

      Delete
  2. wew.. segitunya ya.. belum tentu ini final2 yg sesungguhnya , yakin deh, hollywood gitu lgo.. walaupun udah ada finalnya, nantu juga keluar lagi.. pre2 nya.. alurnya di maju mundurin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mas Put jangan gitu dong huhuhu... Saya sudah lega nih karena akhirnya franchise ini kelar (T ^ T)

      Delete
  3. Aku agak ngantuk pas nonton, untung kursinya goyang-goyang. Emang kalau nonton Resident Evil cukup menikmati actionnya aja. Jalan ceritanya ama background cerita gak usah dipikirin. :)))

    ReplyDelete
  4. Jujur, saya belum pernah nonton sekalipun walaupun dengan versi gratis di tipi. Katro banget ya! Hahaha. Setelah baca ini, saya pikir, mungkin mas writernim nya lupa dia pernah menciptakan tokoh bekgron di film kedua. Haentahlah, saya maraton aja nanti kalo ada yang ngasi donlodan lengkap seri ini.

    ReplyDelete
  5. Nah iya sepakat bingung hahaha. Pas diceritain asal mula virusnya seketika mikir re 2 haha

    ReplyDelete
  6. dengan sangat tidak menyesal saya mencoba berkomentar bahwa postingannya tidak saya baca berhubung saya belum nonton. sekian dan terima dikirimi sambel pecel

    ReplyDelete
  7. Mungkin film ini hanyalah akal-akalan dari Umbrella Corporation aja agar teman-teman/fansnya Alice kecuci otaknya bahwa ia kloning dari si nenek itu. Mari nantikan kisah selanjutnya dengan judul dan pemeran yang berbeda :D

    Tapi makasih reviewnya, untunglah waktu itu gak nonton film ini, hampir aja kecewa duluan dengan ceritanya :)

    ReplyDelete
  8. Suka sama kalimat ini
    DR. CHARLES ASHFORD SAMA ANGELA YANG NONGOL DI RE: APOCALYPSE ITU SIAPA???

    Hahaha... Kampret memang film resident evil ini.

    Muter2 ndak karuan.

    Intinya.. Umbrella corp membuat cloning alice dan issac. Alice yg banyak itu diadu, dicari yg terkuat dan tercerdas. Tujuannya apa? Nggak jelas! Selain buat ngabisin para zombie tentunya.

    Trus siapa ilmuan2 yg meneliti dan membuat antivirus kalau gak ada tempat aman di bumi yg bs dijadikan tempat tinggal. Emang ilmuan2 tsb juga kloning? Kalau iya.. Ya pantes aja.

    Ah semua ini gara2 alicia marcus dan bapaknya dan issac. Gara2 ga mau jadi tua instant akhirnya bikin penduduk bumi musnah. Dosamu banyak pak issac.

    ReplyDelete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!