Saturday, 10 June 2017

Presenting... Quick Book Sale 2.0!!


Saya butuh THR.

Tapi sebagai anak kemarin sore di kantor yang belum berhak atas bonus hari raya yang didamba... ya apa boleh buat jika hal itu hanya sebatas angan-angan. However, life doesn't care. It is freaking expensive already and approaching 'Lebaran' just makes it a bit worse. Gadis rantau dan obligation untuk mudik yang sayangnya tidak diikuti dengan keramahan ongkos pulang ke kampung halaman. *Heavy sigh*

So without further ado, saya berniat melepaskan (dengan amat sangat, SANGAT, berberat hati) buku trilogi favorit. Salah satu trilogi fiksi non-fantasy dan non sci-fi terbaik yang pernah saya baca. Tom Rob Smith, is indeed, a great writer. Dipikir-pikir saya sebenarnya cenderung enggan menjual buku-buku ini karena terlanjur sayang... tapi masalahnya―di luar alasan kemiskinan―sebagai anak kos yang hidup hanya bermodal sepetak kamar dan sebuah lemari kecil, saya memang mengalami krisis ruang penyimpanan barang.

Thus... I decide to let them go. Let them get a new home. New owner.
All three of them.

Child 44

Buku pertama dari trilogi ini sekaligus novel debut Tom Rob Smith. Saya nggak menyangka sama sekali kalau ini karya perdana. Sebagus itu. Deskripsinya lancar dan cukup rinci tapi tidak ada kesan ambisius estetika.

Kondisi kaver depan

Kaver belakang, isinya pujian semua.

Secara umum, trilogi karya Tom Rob Smith ini berkisar pada kisah Leo Demidov, seorang anggota pasukan militer khusus Uni Soviet. Menurut saya, penuturan negara di dalam buku ini sangat... apa ya, proporsional? Sebagai pembaca, kita sudah mampu merinding membayangkan betapa tegangnya menjadi warga Uni Soviet di kala itu, tetapi masih cukup 'santai' untuk dapat dinikmati sambil goler-goleran tidak berfaedah. And this book is really good I kinda hope it will become another classic as the years pass by.

Saya paparkan ringkasannya deh:

"There is no crime." Stalin's Soviet Union strives to be a paradise for its workers, providing for all of their needs. One of its fundamental pillars is that its citizen live free from the fear of ordinary crime and criminals. But in this society, millions do live in fear... of the State.
Death is a whisper away. The mere suspicion of ideology disloyalty―owning a book from the decadent West, the wrong word at the wrong time―sends millions to the Gulags or to their executions. Defending the system from its citizens is the MGB, the State Security Force. And no MGB officer is more courageous, conscientious, and idealistic than Leo Demidov.
Kekuatan Tom Rob Smith dalam menyusun cerita, kalau berdasarkan sudut pandang saya, adalah bagaimana dia bisa membuat banyak hal yang terlihat seperti 'loose ends' bisa menyatu di babak terakhir. Membaca trilogi ini membuat saya beberapa kali berbisik pada diri sendiri, "Eh anjir ini kan yang di awal-awal itu..."

The Secret Speech

Lanjutan dari Child 44 dengan masih memberikan fokus utama pada Leo, tetapi kini ditambahkan eksplorasi terhadap kehidupan keluarga barunya. Saya tidak bisa banyak bercerita mengenai buku ini karena takut malah spoiler alert! untuk Child 44.

Desain kaver depannya harus saya akui: KEREN YAH.

Kaver belakang tidak ikut saya sertakan fotonya karena tulisan-tulisan yang tertera di sana hanyalah pengulangan pujian-pujian tentang Child 44. Barangkali penerbit tidak menyertakan sinopsis karena mereka, seperti saya, tidak mau membocorkan beberapa poin terkait buku sebelumnya lewat excerpt cerita. Namun saya pikir bagi pembaca yang belum sempat menyentuh Child 44 sekalipun, The Secret Speech bisa diikuti ceritanya dengan nyaman-nyaman saja.

Agent 6

Buku ketiga alias penutup trilogi ini. Menurut saya, sebagai sebuah pamungkas kisah trilogi, Agent 6 mampu menghasilkan cerita yang decent dan masih menarik untuk diikuti, sementara banyak di luar sana buku-buku yang sekuel penutupnya lebih terasa seperti disappointment karena ampas (misalnya: Veronica Roth's Allegiant *cough cough*). Pokoknya baca sendiri dulu saja ya. Supaya paham. Hehehe.

Kavernya bernuansa putih lagi.

IMPORTANT NOTE:
Ketiga buku ini merupakan edisi berbahasa Inggris dan hardback. Iya, hardback. Alias hardcover, whatever you name it. Jadi seperti kitab suci buku ensiklopedia yang suka kita temui di perpustakaan sekolah gitu. Karena ini merupakan koleksi pribadi saya, jadi perawatannya terbilang baik karena yang pegang-pegang juga paling-paling saya sendiri (the perks of not having friends #102: barang-barang kamu nggak ada yang pinjam).

Saya berniat melepas mereka dengan harga Rp185,000 per buah, tapi kalau ada yang bersedia ambil langsung tiga-tiganya (berhubung trilogi), ada diskon jadi Rp480,000. Kondisi buku 87-90%. Pokoknya masih sangat layak baca dan barangkali malah bisa dikatakan lebih oke dari komik-komik di Gramedia yang segelnya sudah dilepas para pengunjung karena ingin numpang baca gratisan. Apalagi ini edisi hardback. Cukup susah lho mencarinya. Serius. Ditambah lagi kalau mau beli baru di toko buku mahal betul... satuannya bisa mencapai Rp400,000 bahkan lebih. Bahkan di situs Periplus, Child 44 edisi paperback saja harganya sudah Rp224,000 sendiri. Kray.

Harga Agent 6 edisi hardback yang baru. Kudu nangis.

Bagi kalian yang berminat, silakan kontak saya langsung via LINE dengan username chocolatefudgecake. Mohon maaf saya tidak melayani hal ini via Twitter, sehingga jika memang ada yang ingin ditanyakan, atau misalnya bermaksud minta foto-foto referensi tambahan, bisa lewat LINE message saja.

Harap dimaklumi jika mungkin masih tidak bisa semurah buku obral di Big Bad Wolf karena... saya tidak punya sponsor. *Dilempar ATM Bank Mandiri*

Please adopt my books!

UPDATE 10/06/17:
SOLD. Ketiga buku ini sekarang sudah berpindah pemilik!
Terima kasih kepada teman-teman yang bersedia membantu menyebarkan informasi dan mengontak saya. *Peluk satu per satu*
z. d. imama

1 comment:

  1. Wow kereeeen. Sayang pake bahasa inggris ya. dengan bahasa inggris ya jongkok serta nggak pernah dilatih kayak aku ini, kayaknya baru 2 tahun lagi bukunya selesai dibaca. Hiks... Anyway, semoga segera ada yang adopsi bukunya, ya Z.

    ReplyDelete

Have you left me any comments? No? Why? Do not hesitate to write down your feedback so I can visit your blog in return!